Monday, February 2, 2009

HIGH TEA or AFTERNOON TEA

Diseruput perlahan, sembari menikmati kehangatan disetiap tegukan secangkir teh hangat merupakan sensasi tersendiri bagi penikmat teh sejati. Lha… kok pake sejati segala ?, seperti pahlawan tanpa tanda jasa saja seloroh seorang teman. Emang saya !, yang minum teh langsung glek...glek..glek...aja, ngga ada seninya sedikitpun,...haus apa ngga tau aturan nih ?
Tapi memang begitulah adanya, para undangan dalam jamuan minum teh ini dengan senang hati akan mematuhi pakem tak tertulis selama perjamuan /Tea Party berlangsung. Jika tidak !!,… Anda akan salting sendiri.
Agar tak Salgay (salah gaya) saat menghadiri perjamuan teh, mari kita simak tips berikut :
  • Sesuaikan pakaian dengan tema dan rapi tentunya. Jangan sampai Anda saltum (salah kostum). Ini adalah upaya pertama Anda untuk menghormati pengundang
  • Jangan sekali-kali meniup teh yang masih panas. Taruhlah di atas meja sampai panasnya berkurang
  • Ketika mengaduk teh, jangan menimbulkan bunyi. Setelah selesai taruhlah sendok di sebelah kanan saucer.
  • Gunakan telunjuk dan ibu jari Anda untuk membantu memegang kuping cangkir teh Anda.
  • Apabila acara standing party, cangkir harus selalu diangkat bersama saucer. Saat sedang minum, pegang saucer dengan tangan kiri.
  • Menikmati teh diseruput seteguk demi seteguk, diselingi dengan menyantap makan kecil sembari mengobrol.
  • Jika acara formal dengan meja dan tempat duduk, apabila Anda ingin meninggalkan meja sebentar untuk suatu keperluan, letakkan serbet di kursi bukan diatas meja. Jika acara sudah selesai, baru diletakkan serbet diatas meja disisi sebelah kiri.
  • Letakkan sendok teh didalam cangkir sebagai tanda bahwa Anda tidak ingin minum lagi.

Siapa yang pertama kali mempopulerkan ritual formal minum teh yang elegan ini ?
Cerita punya cerita konon bangsawan INGGRIS lah yang pertama kali mempopulerkan budaya minum teh ini. Kabarnya Anna, Dutches of Bedford yang ke 7 mempunyai kebiasaan khusus bersama teman-temannya yaitu acara minum teh hangat dengan menyantap makanan ringan di ruang khusus wanita --bourdoir-- sekitar jam 4 sore di Woburn Abbey.
Kegiatan ini dilakukan karena panjangnya rentang waktu antara sarapan pagi dan makan malam, yang baru disajikan sekitar jam 9 malam, sehingga sang Putri minta dibuatkan teh dan kue-kue di sore hari. Bahkan ketika Dutches pindah ke London pun, beliau mengirimkan undangan kepada teman-temannya untuk menghadiri “ tea and walking the fields “. Berawal dari kegiatan inilah dikenal istilah Afternoon tea ala aristokrat Inggris.

Di acara Afternoon Tea, meja yang dipakai berukuran lebih rendah (coffee table) atau sering disebut low tea. Sebagai pelengkap disediakan beragam makanan kecil yang tertata dalam dalam “three tiers stand “ , scones with bitter marmalade, clotted cream, crepes, muffin , small sandwich, dengan cream cheese dan jam. Tamu duduk mengelilingi meja kecil & rendah itu. (Mmhmm… yummy…yummy...membayangkan hidangannya)
Di kesempatan lain kita mendapat undangan High Tea. Masih acara minum teh, tapi kok sebutannya beda ya ? Istilah ini awalnya adalah milik kaum pekerja atau buruh Inggris. Mereka biasanya pulang dari kerja sekitar jam 7 malam, tentu saja sangat lapar dan lelah sekali. Sesampai dirumah hidangan lengkap termasuk teh disajikan di meja tinggi, yang berisi roti, keju, salad dan hidangan aneka daging yang lebih berat. Dan perlu diketahui bahwa tak ada lagi makan malam sesudahnya.

High tea di Inggris ini kerap disebut juga dengan meat tea karena munculnya pilihan daging didalam menunya. Namun ada yang menerjemahkan kalau istilah high tersebut digunakan untuk memberikan kesan lebih ekslusif dan ningrat. Maka orang-orang lebih senang menyebut high tea daripada afternoon tea.
Jadi... ?!^:^ tidak ada yang salah dan yang benar dalam penggunaan istilah ini tergantung dari kaca mata dan sisi mana Anda melihat dan menempatkannya… Terserah Anda…..!!! asal tidak melenceng dari pakem yang tanpa disadari telah disepakati bersama oleh para penikmat teh sejati agar tak terjadi tragedi salting, salgay dan saltum tadi...he..he..
Bukan saja di Inggris belakangan kebiasaan menikmati teh di sore hari ini menjadi hip pula di negara Paman Sam, yang dikenal denga istilah “ Tea Party”. Sebenarnya acara perjamuan ini hampir sama dengan afternoon tea/high tea namun tea party gaya Amrik ini lebih kasual dan tak seribet dan sekaku dahulu lagi. Lain padang lain belalang, lain lubuk lain ikannya begitu kata pepatah. Lain di Inggris, lain pula di Amerika tapi sama-sama minum teh juga judulnya.
Di beberapa negara kebiasaan minum teh ini telah dikenal sejak lama. Sebut saja CINA, ribuan tahun yang lalu bangsa ini telah minum teh dari seduhan daun teh jenis “camellia sinensis” yang ditemukan oleh Kaisar Shen Nung. Yum Cha adalah jamuan minuman teh yang terkenal di sini dan disajikan bersama dim sum.

Bangsa JEPANG mengenal tradisi ini malah dari kebiasaan pendeta Zen Buddha selama bermeditasi. Jamuan minuman teh yang terkenal d jepang adalah Chanoyu, dengan jenis unggulan green tea yang ditemukan di abad ke 18. Di jepang sendiri teh hijau dikenal dengan sebutan matcha.
Bangsa RUSIA mempunyai kebiasaaan yang unik dalam perjamuan teh mereka. Teh disajikan dalam samovar—ketel yang berfungsi sebagai pemanas air sekaligus teko teh. Bangsa Cina telah memperkenalkan kebiasaan ini kepada Bangsa Rusia pada abad ke 17.
Sebenarnya bangsa PRANCIS & BELANDA lebih dahulu mengenal teh dari bangsa Inggris. Konsep tea salon – kombinasi kafe dan pastry shop dipopulerkan oleh bangsa Prancis. Di sini teh dinikmati layaknya secangkir kopi.
Di INDIA teh dikonsumsi sebagai Chai : campuran teh dengan rempah dan susu. Jenis black tea kualitas premium seperti Assam Tea dan Darjeeling tea(India) atau Earl Grey (Inggris) adalah jenis teh yang sering di gunakan untuk perjamuan minum teh. Sedangkan di Indonesia tradisi minum teh biasanya sambil menyantap jajanan pasar.
Akhir cerita, rupanya sekarang menghadiri afternoon tea yang elegan dan akrab itu sangat dinikmati oleh berbagai kalangan bukan hanya saja di Inggris, Amerika, Cina, Rusia dan India saja, tapi sudah menjadi gaya hidup baru di berbagai negara.


Terus... ? sore ini kita mau high tea kemana ?...nih dia tempat asyik...
Matcha Moon, Japanese Sweet cafe,
Plaza senayan Lt. 5
Jl. Asia Afrika no: 8
Telp : 021-57900333
Apa yang direkomen untuk Anda dinikmati disana : Hot Matcha Latte, dessertnya Matcha French Toast atau mau yang seger ada Anmitsu....mmm masih banyak yang lain. Ayo siapa yang mau ikuttt tapi traktir ya !he..he.... ditunggu dengan senang hateeee....(berbagai sumber, 2hit)








2 comments:

Andrie Anne said...

Uniiiii, pa kabar? Pengen deh ikut ngeteh ama Uni..ikut nyomot risoles nya ya Un...

Poppy Gusriharso said...

Hi....

Do you like go to shopping but do not have much time...

Hmmmm.... find Your passion at this site www.ipopscollections.com